Cara Menulis Flash Fiction Agar Menang Lomba

Cara menang lomba menulis berikut ditulis oleh Ayna Wardani bersumber dari annida-online.com. Kami membagikannya di sini dan semoga penulisnya ikhlas, agar karyanya semakin bermanfaat karena lebih banyak dibaca.

Jika sebelumnya kami menulis tentang tips menang lomba menulis secara umum, maka di sini Ayna cuma membahas tips dan strategi membuat flash fiction yang bagus agar bisa menang lomba.

Mari kita simak penjelasa Ayna Wardani berikut, judul aslinya:

Tips Agar Menang Lomba Menulis Flash Fiction

cara menulis fhash fiction

Syarat pengiriman

  • Kelengkapan naskah

Selain naskah, biasanya peserta juga diminta mencantumkan biodata. Nah, jangan sampai yang satu ini kelewatan. Kalau naskah bagus tapi tak ada identitas yang tercantum, bagaimana dan pada siapa panitia memberi tahu kalau seandainya naskah tersebut menjadi juara?

  • Mengirimkan naskah melalui email

Jangan menulis naskah di badan email. Yang satu ini, sering sekali disinggung dalam berbagai kompetisi. Panitia biasanya meminta naskah dikirimkan dalamattachment/lampiran email. Mengapa? Karena naskah akan diterima oleh panitia dengan format penulisan yang sama seperti yang dikirimkan peserta.

Menuliskan naskah di badan email biasanya mengubah setting naskah sehingga menjadi berantakan/tidak rapi. Selain itu juga membuat panitia bekerja dua kali karena harus meng-copy paste ke dalam program MS Word dan mengatur ulang. Kecuali bila memang panitia meminta naskah ditulis di badan email.

Lalu apakah badan email kita biarkan saja kosong melompong? Sebaiknya juga tidak. Tak ada salahnya menyapa panitia dengan memberitahukan naskah apa yang kita kirim. Tak perlu panjang lebar. Cukup 2-3 kalimat saja. Anggaplah sebagai surat pengantar. Seperti mengirim kado, biasanya kita sertai kartu ucapan kan?

Oia, jangan lupa dengan SUBJEK EMAIL. Jangan sampai kita biarkan kosong. Tuliskan sesuai permintaan panitia. Atau bila tidak disyaratkan sebaiknya tuliskan NAMA KOMPETISI-JUDUL NASKAH-NAMA PENGIRIM di dalam subjek email agar mudah dikenali oleh panitia.

  1. Tetaplah berada di dalam rumah

    Dalam kompetisi penulisan flash fiction, ada yang tidak menentukan tema dan ada yang memberi tema khusus. Bila tak ada batasan tema, tentu kita bisa bebas tabrak sana lompat sini untuk menampilkan flash fiction seistimewa mungkin. Tapi bila tema sudah ditentukan, kita harus pandai memilah cerita agar unik dan tidak pasaran.

    Tema itu ibarat rumah. Nah, di dalam rumah biasanya ada ruang-ruang khusus, seperti kamar, ruang tamu, ruang makan, kamar mandi, gudang, taman, garasi, dan lain-lain. Kamu bisa memilih salah satunya untuk kamu eksplorasi menjadi flash fiction dengan tema unik dan cerita apik.

    Jangan khawatir kehabisan ide unik. Dari masing-masing ruang itu bisa muncul banyak lagi cerita yang bisa kamu tulis. Pilih ruang mana yang menurutmu bisa menjadi tema yang unik. Pilih satu bagian kecil dari ruangan tersebut dan alirkan cerita dari sana. Misalnya kamu memilih gudang. Di dalam gudang kamu temukan tumpukan kardus. Dari sana lah ceritamu tentang intrik di Istana Kecoa dimulai. Eits, ini hanya analogi tentang tema lhoh. Kira-kira seperti itu cara menemukan ide unik dalam sebuah tema.

    Ketika panitia sudah menentukan rumah (baca : tema) sebagai sumber cerita, sebaiknya tetaplah konsisten berada di dalamnya. Jangan sampai tulisan yang dibuat dengan perasan keringat jadi tak berarti karena kita menulis tentang mall (baca : tema lain). Kecuali jika flash fiction tersebut tidak kita tujukan untuk ikut kompetisi.

  2. Pilih judul yang eyecatchingIbarat makanan, judul itu aromanya. Belum mencicipi, baru mencium aroma lezat opor ayam, pasti air liur sudah berlelehan. Judul yang eyecatching (menarik perhatian walau selintas pandang), akan membuat pembaca ataupun juri tergerak untuk mencicipi rasa tulisan kita. Pilihlah judul yang unik, pendek, tidak membosankan, dan tidak memberi kesimpulan cerita.

  3. Beri opening yang menggodaOpening dalam flash fiction seperti gigitan pertama saat menikmati sepotong tempe goreng hangat yang dicocol sambel super pedas. Sensasinya langsung terasa di lidah. Rasa pedas ini ibarat konflik dalam cerita. Dalam sekejap langsung membuat mata terbelalak. Justru karena pedasnya, terasa tak ingin berhenti memakan sampai habis.Sajikan konflik yang tajam dalam opening flash fiction. Buat pembaca/juri merasa penasaran dan mendapatkan sensasi emosional campur aduk saat membacanya. Kemudian, ajak mereka melahap habis cerita kita.

  4. Singkat tapi lengkap

    Flash fiction, sama seperti cerita fiksi pada umumnya. Meskipun kita dituntut menulis dalam ruang kata yang terbatas, tetapi kita tidak boleh dengan semena-mena mengabaikan struktur cerita, seperti opening, ending, resolusi/penyelesaian konflik, setting, karakter, plot/jalan cerita, dan pesan cerita. Sebisa mungkin semua dikemas dalam cerita flash fiction kita. Banyak membacaflash fiction, baik yang ditulis oleh penulis lokal maupun internasional, akan mambuka wawasan kita. Selain itu, dengan banyak berlatih, akan membantu kita menulis flash fiction yang menarik.

  5. Hemat pangkal menang

    Dalam flash fiction, apalagi yang hanya 55-300 kata, tidak memberikan kita keleluasaan menuliskan cerita. Tapi di situlah seni dan keunikan menulis flash fiction. Kita dilatih jeli memilih diksi. Dengan menghemat kata tetapi kita bisa menampilkan cerita yang utuh, tentu menjadi modal untuk mendapatkan penilaian yang baik dari pembaca/juri.

    Bagaimana cara menghemat kata saat menulis flash fiction? Yang pertama harus dilakukan adalah tulis saja ceritanya. Abaikan pikiran akan seberapa panjang cerita yang kamu buat. Setelah selesai, baca ulang lalu hitung kata dan tentukan seberapa banyak yang harus dibuang. Bagian berikut ini bisa jadi patokan untuk mengedit.

Add Comment

Dapatkan Tips Keren Lainnya!

Langganan Info Gratis Ke Email Anda!