Keunggulan, Kelemahan, dan Pengembangan Usaha Self Publishing

Keunggulan, Kelemahan, dan Pengembangan Usaha Self Publishing – Usaha Self Publishing atau menjadi writerpreuner memang memiliki sisi keunggulan tersendiri. Tetapi bukan berarti usaha ini tidak punya kelemahan. Tentu saja ada. Tetapi kelemahan-kelemahan tersebut bukan untuk dijadikan alasan lari, namun untuk diatasi sehingga yang tersisa hanyalah keunggulannya saja.

Berikut ini adalah beberapa hal yang mesti diperhatikan dalam membuat produk yang unggul dalam usaha self publishing.
a.    Berusaha untuk selalu menjaga kualitas buku, baik konten maupun kemasan.
b.    Ditangani oleh orang-orang yang kompeten dalam bidangnya.
c.    Harga jauh lebih murah dengan hasil tetap maksimal.
d.    Pengerjaan yang cepat.
e.    Melayani konsultasi gratis untuk peningkatan mutu produk.
f.    Menerima order cetak dibawah 100 eksemplar.
g.    Transparan; spesifikasi dan biaya cetak dirinci secara detail.
h.    Selalu ada komunikasi via email, telepon atau SMS menyangkut pengeditan naskah, cover, dan seting naskah.
i.    Selalu kirim info untuk setiap tahapan cetak.
j.    Pengiriman melalui kurir terpercaya.
k.    Gratis ongkos kirim untuk pulau Jawa.
l.    Garansi 100%, seandainya buku hilang dalam proses pengiriman, kami cetak ulang tanpa biaya apapun.

Sebenarnya kesempatan pengembangan usaha self pubslihing banyak tersedia, di antaranya:
a.  Semakin meningkatnya minat baca masyarakat.
b.  Terbukanya kesempatan dan kemudahan yang luas untuk menerbitkan buku.
c.  Banyaknya masyarakat yang ingin menerbitkan buku tetapi tidak mengetahui caranya, atau terhadang seleksi penerbit-penerbit mainstream.

Lalu apa saja ancaman yang bakal menerpa usaha self publishing dan bagaimana cara penanggulangannya. Ini dia:
a.    Biaya cetak yang mahal. Untuk menanggulanginya, penerbitan self publishing mesti menjalin kerjasama dengan percetakan yang murah, meskipun itu ada di luar daerah.
b.    Buku yang diterbitkan bisa jadi kurang diminati. Untuk menanggulanginya, sebelum menerbitkan buku anda (sebagai direktur) perlu mengadakan survey pasar perbukuan, dan gencar melakukan promosi. Selain itu, kami juga bisa menjualnya dengan memberinya diskon kurang dari 50%, sehingga harga buku dapat lebih terjangkau. Meskipun keuntungan yang anda dapat tidak banyak, tetapi anda tidak rugi, dan modal tetap dapat dapat berputar.

Adapun kelemahan lain yang paling banyak dialami oleh para pelaku usaha self publishing adalah belum memiliki mesin cetak sendiri. cara menanggulanginya adalah dengan mulai menabung dan bermimpi bisa membeli mesin cetak sendiri. Ini tetap harus dipikirkan meskipun sifatnya jangka panjang.

Dan berikut adalah langkah-langkah pengembangan usaha self publishing:
1.    Usaha penerbitan buku bisa dikembangkan dengan menciptakan lini usaha yang berkaitan di antaranya: distributor buku, toko buku, agen copyright, dan lain sebagainya.
2.    Lahirnya mesin cetak digital memungkinkan usaha self publishing dapat mencetak buku dengan oplah sedikit, dengan biaya yang murah. Dengan demikian bisa mengurangi resiko buku-buku tidak laku dipasaran. Selain itu, mesin cetak digital juga dapat menekan harga, sehingga para penulis semakin mudah menerbitkan bukunya sesuai kebutuhan.
3.    Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi maka usaha ini bisa dikembangkan  dengan menerapkan sistem pre order atau print on demand (PoD) yang diintegrasikan dengan sistem online. Dengan sistem tersebut pelanggan bisa mengirimkan naskah, mengedit, membuat cover buku, menentukan harga, menyusun pola promosi dan mengelola komunitas bersama para pembacanya.
4.    Mengembangkan self publishing menjadi penerbitan berskala besar juga tidak mustahil. Hal ini bisa dilakukan apabila perusahaan sudah memiliki cukup modal, managemen yang baik, dan jaringan penulis di berbagai daerah, agen/toko buku, dan pembaca yang luas.

Demikian. Itu yang bisa saya tulis. semoga bermanfaat. Keunggulan, Kelemahan, dan Pengembangan Usaha Self Publishing